Faktor pemicu terbanyak (lebih 80%) adalah kecemasan atau stress (misal: banyak tugas, kurang istirahat, dll)
Peningkatan produksi asam lambung mengakibatkan berbagai keluhan, diantaranya:
> Lambung rasa penuh.
> Perih
> Nyesak ulu hati
> Kembung
> Mual
> nafsu makan berkurang
> Lemas, keringat dingin
> Adakalanya, rasa tidak nyaman di lambung menjalar ke sekitarnya (punggung, dada bahkan adakalanya disertai keluhan kepala)
> Mulut terasa masam hingga pahit.
> Dll
Prinsip pengobatan:
1) Menetralisir keasaman lambung dengan obat golongan antasida (misalnya: Asidrat, Lexacrol Forte, Magasida, Polysilane, Strocain, dll)
Obat ini sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong atau 1-2 jam sebelmu makan.
2) Mengurangi atau menghambat produksi asam lambung, dengan obat golongan: cimetidine 200 mg, famotidine 20-40 mg, Ranitidine 150 mg. Masing-masing jenis dari obat penghambat produksi asam lambung memiliki banyak merk dagang.
Obat ini diminum dengan jarak 1-2 jam setelah minum obat gonongan antasida.
Sedangkan obat lain, hanya digunakan untuk mengurangi keluhan yg menyertai Gastritis, misalnya anti muntah, anti kembung (golongan enzym), dll.
Pemakaian Polysilane (obat golongan antasida) dalam jangka panjang sebenarnya gak papa. Hanya saja, kadang ada efek samping berupa kesulitan BAB (sembelit). Namun efek samping tersebut akan hilang ketika obat dihentikan. Karenanya, pada pemakaian antasida (termasuk polysilane) dianjurkan minum banyak untuk menghindari efek samping.
Trims
Link: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090109050746AAXFSNq